Senin, 01 Februari 2010

Akankah Nokia Menggenggam Kembali Keemasannya?

1-02-2010
Apple iPhone dan BlackBerry Research in Motion telah menyambar sector ini dengan peluncuran smartphone yang bisa berselancar Web dan menangani e-mail. Google juga telah meluncurkan ponselnya sendiri.

"Seluruh pengalaman pengguna adalah mimpi buruk," keluh Nick Jones, analis senior Gartner, yang melacak sektor teknologi. "Tidak ada pengalaman yang kompetitif sedikit pun melawan iPhone."

Olli-Pekka Kallasvuo, Chief Executive Nokia yang pendiam itu mengakui suasana di luar suram, terutama di Wall Street. "Kami tidak mendapatkan keuntungan dari keraguan," katanya. "Kami harus mengubah itu."

Nokia menghadapi masalah akut terutama di Amerika Utara, di mana smartphone-nya nyaris tak terlihat hanya menguasai 3,9% dibandingkan dengan 51% Research in Motion dan 29,5% Apple. "Kami membuat keputusan yang salah di pasar Amerika," kata Kai Oistamo, Executive Vice President untuk perangkat Nokia.

Ia mencontohkan, Nokia lambat untuk membuat perubahan ke ponsel yang disebut clamshell dan terus terpaku pada model monoblock bahkan saat sebagian konsumen meninggalkan mereka.

Nokia adalah yang pertama menawarkan teknologi layar sentuh pada 2004 atau tiga tahun sebelum debut iPhone. Tapi Apple cepat membuat produk yang bersaing terhadap Nokia yang terlihat gemuk.

Selain itu kebanyakan ponsel layar sentuh Nokia tidak dapat dengan cepat mengubah layar dengan sentuhan jari. Hal ini yang menjadi salah satu faktor yang membuat iPhone tampak begitu jauh lebih unggul.

Sampai saat ini, menurut eksekutif, Nokia dan pakar industri, perusahaan itu tidak ingin memproduksi ponsel yang khusus dirancang untuk selera konsumen. Nokia juga menolak tuntutan dari operator besar untuk memunculkan telepon mereka dengan merek dan spesifikasi yang diinginkan.

Nokia juga telah tertatih-tatih dengan kelemahan tradisionalnya menyangkut CDMA. Padahal jaringan ini ditawarkan oleh Sprint dan Verizon Wireless yang digunakan oleh sekitar 50% dari konsumen Amerika.

Meskipun Nokia menjual banyak smartphone di tempat lain di dunia, pangsa pasar globalnya telah jatuh ke 39,3% turun dari 42,3% setahun sebelumnya. Bahkan di kandangnya sendiri di Eropa, iPhone juga dengan cepat populer.

Sementara Nokia menghadapi tantangan lebih berat. Google yang menawarkan Android, dan menjadi saingan sistem operasi Nokia telah diadopsi oleh pesaing seperti HTC, Motorola dan Dell.

Sementara produsen Asia makin menyalakan panas dengan handset harga rendah di negara-negara berkembang, di mana Nokia telah lama menikmati pasar. "Nokia menghadapi persaingan di mana-mana," ujar Sherief Bakar, seorang analis Citigroup. "Pada ujung yang tinggi dari Apple, di pertengahan ada Research in Motion, dan ada Korea dan China di low end."

Lalu bagaimana Nokia keluar dari masalah itu? Eksekutif perusahaan itu mengatakan penawaran handset baru seperti N900 yang merupakan komputer mobile, atau N97 Mini yang menggabungkan teknologi layar sentuh dengan keyboard QWERTY akan kembali menggoyang Apple dan BlackBerry.

Lalu ada X6 yang sudah termasuk Nokia Comes With Music memungkinkan pengguna untuk men-download gratis lagu dari Nokia Music Store yang berisi jutaan pilihan.

Perkembangan penting lainnya pada 2010, menurut Mr Kallasvuo, Nokia akan lebih besar mendorong pangsa pasar Amerika Utara. Nokia akan bekerja lebih erat dengan operator dan membawa lebih banyak smartphone. "Kami belum cukup berinvestasi di sana," katanya. "Ini suatu keharusan bagi kami."

Meskipun masih rahasia, eksekutif Nokia juga berjanji akan mengeluarkan smartphone dan akan memperbarui sistem operasi Symbian perusahaan itu yang mengalami penuaan.

Selain itu Nokia akan menggabungkan kelebihan layar sentuh dari iPhone dengan BlackBerry misalnya saja menawarkan solusi e-mail. "Kami bermaksud untuk mengejutkan RIM," kata Mr Kallasvuo.

Untuk semua kesalahan yang pernah dibuat Nokia, analis Citigroup Bakr mengatakan perusahaan itu bisa memantul kembali. "Jika hanya melihat London atau New York, maka tidak bisa menilai dinamika pangsa pasar Nokia yang besar, terutama di pasar negara berkembang," katanya.

"Saya pikir mereka tahu apa yang mereka lakukan salah, dan apa yang perlu mereka lakukan dengan benar. Pertanyaannya apakah mereka dapat mengeksekusi pada waktunya."
NEWS-COMPLETE.BLOGSPOT.COM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar