Senin, 15 Maret 2010

NEWS-COMPLETE.BLOGSPOT.COM TERBELAKANG TAPI INGIN MENJADI TERDEPAN DEMI ANDA SEMUA

POLITIK
15/03/2010 - 23:49
Obama Hitam, Obama Putih [2]
"Mereka Sering Menggoda Ibu"
Barack Obama
(PHOTONEWCOMPLETE.COM)

NEWS-COMPLETE.BLOGSPOT.COM, Jakarta - Lolo dalam bahasa Hawaii berarti gila. Soetoro, nama Jawa. Selama dua tahun kebersamaan, Obama Junior akhirnya bisa mengenali ayahnya yang baru. Juga Indonesia, tempat jauh dari Hawaii yang menjadi tempat tinggal barunya.

Dalam usia enam tahun, Obama Junior menikmati tanah kampungnya yang baru: Indonesia. Dia belajar bahasanya, kebiasaannya dan legenda-legendanya.

Obama juga selamat dari cacar air, campak dan sengatan cemeti bambu milik gurunya. Juga, bersahabat dengan anak-anak petani, pelayan dan birokrat rendahan. Mereka berlarian di jalanan siang dan malam, melakukan pekerjaan-pekerjaan aneh, menangkap jangkrik, mengadu layang-layang dengan benang tajam.

Dengan Lolo, ayah barunya, Obama Junior belajar makan cabe rawit yang dipotong kasar sebagai makan malam dengan banyak nasi, tentunya. Juga, di luar rumah, belajar menyantap daging anjing, daging ular dan belalang panggang.

Lolo menganut keyakinan Islam yang memberikan ruang bagi sisa animisme kuno dan Hindu. Lolo sering menjelaskan pada Obama Junior bahwa orang akan menerima kekuatan dari apa yang akan dimakannya. Lolo berjanji, kapan-kapan dia akan membawa pulang daging macan untuk Obama Junior.

Lolo juga mengajarkan banyak hal selain mengganti ban atau main catur. Termasuk mengatasi para pengemis. Mereka ada di mana-mana, seperti sebuah galeri orang-orang sakit. Laki-laki, perempuan, anak-anak, tanpa kaki, penyakit kudis, polio, lepra, berada di trotoar yang padat.

"Mulanya, ibuku memberi uang kepada siapapun yang berhenti di depan pintu rumah kami atau menadahkan tangannya. Lama-lama ibuku lebih selektif dan belajar mengukur tingkat penderitaannya. Lolo berpikir, bahwa pertimbangan moral ibuku itu merupakan bentuk kasing sayang, namun juga bodoh."

Nasehat Lolo pada Obama Junior saat itu: "Ibumu itu berhati lembut. Itu hal yang baik bagi seorang perempuan. Namun, suatu hari kau akan menjadi seorang laki-laki dewasa. Dan, laki-laki itu perlu lebih rasional."

Lolo bekerja di militer sebagai geolog. Meninjau jalan-jalan dan terowongan-terowongan: pekerjaan yang membosankan dan tidak memberikan gaji besar, termasuk untuk membeli lemari pendingin harus dibayar dua bulan gaji. Ditambah, seorang istri dan Obama Junior yang harus dinafkahi.

Karenanya, Ann Dunham mencari penghasilan tambahan. Dia mendapat pekerjaan sebagai pengajar bahasa Inggris kepada pengusaha Indonesia di Kedutaan Amerika, yang merupakan paket bantuan luar negeri Amerika bagi negara-negara berkembang.

Gajinya bagus. Namun, para pengusaha Indonesia tidak terlalu tertarik bagaimana tepatnya berbahasa Inggris, dan beberapa orang malah lebih sering menggoda ibunya Obama Junior.

Secara samar-samar, Obama Junior sering mendengar orang-orang itu bercerita. Tentang Soekarno yang telah membuat gelisah pemerintah Amerika.

Atau, pemerintah Amerika yang sudah mencemaskan gerakan komunisme melalui Indocina, tentang retorika nasionalis Soekarno dan politik non-bloknya, dimana Soekarno dianggap sama buruknya dengan Lumumba atau Nasser, dan yang lebih buruk lagi karena Indonesia merupakan negara strategis yang penting.

Ayah kedua Obama Junior yang Indonesia begitu gelisah pada masa-masa ini. Sesekali, dia berguman tak jelas sambil menenteng Whisky di tengah rumah. Atau, menyelipkan pistol di balik bantalnya. Dan, Lolo tak pernah mau menjelaskan apa yang terjadi pada Ann Dunham, ibunya Obama Junior.

Sampai suatu hari, sepupu Lolo bercerita: "Lolo sebenarnya tidak berencana pulang sebegitu cepat dari Hawaii. Selama masa pembersihan, semua siswa yang ada di luar negeri dipanggil pulang tanpa penjelasan. Paspornya ditarik. Lolo sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi. Lolo dibawa petugas dalam waktu yang lama. Dan, petugas itu kemudian memberitahu bahwa Lolo harus ikut wajib militer ke belantara Papua Nugini selama setahun. Lolo termasuk beruntung. Teman-temannya di negara-negara blok Timur malah ada yang dipenjara, atau menghilang.[simaungmacan.gm]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar